PERJUANGAN BIDADARI LAHAMBAY *)
Serial Resensi Novel
Sinopsis:
Novel
ini mengisahkan tentang perjuangan, pengorbanan seorang kakak yaitu Laisa, gadis
bertubuh gemuk, rambut gimbal dan dibilang lebih pendek dari yang lain. Tapi
dia adalah seorang kakak yang sangat luar biasa pengorbanannya demi bisa
menyekolahkan ke 4 adik nya (Dalimunte, Ikanuri, Wibisana, dan Yashinta).
Walaupun mereka berbeda darah darinya. Mereka
tinggal di sebuah lembah yang sangat indah, lembah Lahambay. Kak Laisa rela mengorbankan apa pun, agar
adik-adiknya bisa sekolah, termasuk mengorbankan impiannya.
Cerita
ini berawal ketika babak meninggal diterkam penguasa gunung kendeng. Ia
berhenti sekolah karena mamak tidak sanggup membelikan seragam untuk Dali adiknya. Ia
membantu mamak diladang bekerja keras mengumpulkan uang agar bisa menyekolahkan
adik-adiknya.
Sepeninggalan
babak, kak Laisa mengajarkan adik-adiknya untuk selalu
kerja keras. Karena sepeninggalan babak kehidupan mereka semakin sulit.
Bagaimana kehidupan kak Laisa dan ke 4 adik nya setelah sepeninggalan
babak?
Ternyata Laisa adalah kakak yang mendukung adik-adiknya
untuk masa depan yang lebih baik, dan berhasil
menjadikan adik-adiknya orang-orang yang sukses. Meskipun ia sebagai
sosok kakak yang
galak, keras, dan tegas. Sampai pada suatu hari
Laisa. Hal menarik yang ada di novel ini yaitu akan muncul sosok siluman Gunung
Kender yang dilawan oleh Laisa demi Ikanuri dan Wibisana, kedua adik Laisa yang
nakal.
Cerita ini tak hanya berisikan tentang kakak yang khawatir pada keluarganya, namun akan ada momen dimana keempat adik Laisa mengkhawatirkan kakaknya yang tak kunjung mendapatkan jodoh karena kondisi fisiknya. Kira-kira apakah Laisa akan mendapatkan jodohnya atau dia akan pasrah perihal urusan jodoh?
Kelebihan Buku:
- Novel ini sangat menyentuh dan inspiratif, ceritanya juga menarik
- Ceritanya diulas secara rinci sehingga pembaca
seolah-olah dapat merasakan apa yang diceritakan
- Banyak kata-kata motivasi
Kekurangan buku :
- Ending yang menggantung
- Cover terlalu polos
*). Peresensi:
Rizki Akbar Agustino (Kelas IX-A)


Komentar
Posting Komentar